KENAPA NEGARA-NEGARA MUSLIM MELARANG PENYEBARAN AGAMA LAIN

Sebuah pertanyaan diajukan kepada Dr Zakir Naik dalam acara sesi tanya tawab yaitu kenapa negara-negara Muslim melarang penyebaran agama lain?. Kemudian Dr. Zakir Naik memberikan jawaban yang sangat logis kepada penanya tersebut.

Berikut adalah rangkaian sesi tanya-jawabnya.

Penanya
Tuan, namaku Gill Roy dari Bombay, aku seorang pengusaha dan terima kasih telah diberi kesempatan untuk berbicara disini. Aku sangat menikmatinya pada hari ini. Ini adalah pertama kali bagiku. Sekarang banyak negara-negara Muslim tidak mengizinkan pindah agama keluar dari Islam. Tapi....tolong koreksi aku bila aku salah, aku tidak tahu. Setiap negara-negara yang mayoritas non-Muslim yang melarang orang-orang pindah agama masuk Islam. Sekarang apa hal yang sebenarnya dalam Islam?.  Karena seperti yang kamu sampaikan, kamu tidak membutuhkan pedang untuk Islam, ribuan dan jutaan orang akan menuju pada Islam. 
Apa responmu disini? 

Dr. Zakir Naik:
Saudara ini mengajukan pertanyaan yang sangat bagus dan pertanyaan yang sangat penting. Yaitu mengapa beberapa negara-negara Muslim tidak membolehkan pindah agama atau tidak membolehkan penyebaran agama lain. Mereka tidak membolehkan penyebaran agama lain, tidak membolehkan pindah agama bagi siapapun berpindah dari Muslim ke non-Muslim, Itu pertanyaan dasarnya.

Saudara berkenaan dengan penyebaran agama lain, ada negara, sebagai contoh adalah Arab Saudi yang tidak membolehkan penyebaran agama lain. Hanya itu negara yang aku tahu dengan sangat baik yang tidak membolehkan penyebaran agama lain. Yaitu adalah Arab Saudi.

Dan alasannya adalah, misalkan kamu ingin memulai sebuah sekolah. Jika kamu ingin memulai sebuah sekolah kamu akan melakukan wawancara terhadap guru matematika. Jadi ketika kamu melakukan wawancara terhadap guru matematika, kamu akan bertanya  "2 + 2 = berapa?" Lalu salah satu guru matematika berkata "2 + 2 = 3", guru kedua mengatakan "2 + 2 = 4", guru ketiga mengatakan "2 + 2 = 5". Banyak orang berkata  "Apa masalahnya, biarkan mereka mengajarkan ajaran agama, siapa yang ingin menerima biarkan mereka menerima."

Aku akan bertanya padamu. Akankah kamu membolehkan guru matematika di sekolahmu untuk mengajarkan "2 + 2 = 3" ? Akankah kamu memilih guru itu yang berkata "2 + 2 = 5"?.

Kamu berkata "Tidak!, Aku tahu tentang matematika dan aku sangat tahu tentang itu, dalam matematika 2 + 2 adalah 4, tidak ada jawaban yang lain."

Jadi berkenaan dengan agama, Arab Saudi sangat tegas setuju dengan ayat Qur'an dalam surat Ali Imran [3] : 19, "Agama yang diterima disisi Tuhan hanyalah kedamaian yang didapat dengan menundukkan diri kepada Tuhan (Islam)". Mereka tidak akan membolehkan siapapun untuk mengajarkan sesuatu yang yang salah. Tetapi dalam bidang ilmu pengetahun dan teknologi mereka mengatakan kepada orang-orang Amerika "ahlan wa salan", silahkan datang. Mereka mengambil orang-orang dari Inggris, mereka mengambil orang-orang dari India. Tidak ada masalah.Dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi mereka bukanlah yang nomor satu. Jadi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi ada orang-orang yang datang dari Amerika, Inggris, Singapura, Filipina, India, dari seluruh dunia. Tetapi berkenaan dengan Dien (Agama), mereka sangat yakin 100 % bahwa ini adalah benar.

Sama halnya seperti kamu sangat yakin bahwa 2 + 2 = 4, maka kamu tidak akan membolehkan guru manapun mengajarkan yang salah. Begitu juga aku setuju dengan itu. Aku adalah pelajar perbandingan agama, saudara. Tidak ada kitab-kitab agama di muka bumi ini selain Qur'an yang mengatakan "Hanya ini (Islam) agama yang benar". Silahkan baca kitab-kitab Hindu, baca kitab Kristen (Bibel). Tidak ada di dalam Bibel yang mengatakan bahwa Kekristenan adalah yang benar. Kata "Kristen" tidak ada di dalam Bibel. Apakah kamu tahu itu?. Kata "Kristen" tidak ada di dalam Bibel. Kata "Hindu" tidak ada di dalam Wedha. Apakah kamu tahu itu?. Tidak ada dimanapun dalam Wedha yang mengatakan bahwa hanya inilah agama yang benar. Tidak ada dimanapun dalam Bibel yang mengatakan bahwa hanya inilah agama yang benar. Jadi Qur'an, hanya inilah kitab agama di muka bumi dimana Tuhan menyatakan "Agama yang diterima disisi Tuhan hanyalah Islam." Jadi berkenaan dengan ajaran agama, penyebaran agama lain. Aku yakin itu jika kamu mengetahui mana yang benar, mereka tidak akan membolehkan siapun untuk mengajarkan sesuatu yang salah.

India ini adalah negara beragam agama, bukanlah negara Hindu. Itu adalah konstitusi, dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Aku adalah orang India. Secara definisi geografis aku adalah seorang Hindu karena aku orang India, tetapi menjalani agama sebagai Muslim. Aku menjalankan sebagai Muslim. Adalah hak ku di negara ini untuk mengajarkan, menyebarkan dan mengamalkan ajaran agama ini. Itulah yang ada dalam konstitusi. Jadi kamu harus mengubah konstitusi.

Lihat Video Tanya Jawab disini:

Related Posts: